PKH Mengubah Ibu Rumah Tangga Menjadi Pengusaha

PKH Mengubah Ibu Rumah Tangga Menjadi Pengusaha Public

Maria Ulfa

10 months
19 Views
Want to watch this again later?
Sign in to add this video to a playlist. Login
Share Report 0 1
Category:
Description:
Nama Pendamping : Maria Ulpa, S.Psi
Wilayah Dampingan : Desa Pengambengan, Kec. Negara, Kab. Jembrana, Bali
HP : 085337662211
Alamat Domisili : Banjar Puana, Desa Tegalbadeng Barat, Negara, Jembrana, Bali
Facebook : Maria Ulfa
Instagram : Maria Ulfa Ulphe

Profil KPM :
Bu Hutmah adalah ibu muda pembelajar. Itu terlihat dari keaktifannya mengikuti kegiatan P2K2 dan selalu menyempatkan konsultasi dengan pendamping terkait dengan materi P2K2 untuk benar benar bisa dipraktekkan dalam keluarganya.

Bu Hutmah tipe Kartini Masa kini. Perempuan yang optimis menatap masa depan dengan segala keterbatasan ekonomi. Setiap mendapat bantuan PKH, beliau segera mengalokasikan kebutuhan sekolah dan gizi anaknya, sebagian disisihkan untuk modal usahanya.

Usaha yang dimulai dengan tekad kuat untuk bisa merubah taraf ekonomi keluarga. Meski dengan skill dan modal seadanya. Bu Hutmah memulai usaha dengan menjual gorengan seharga 500 rupiah dan nasi kuning yang dijajakan disekolah TK tempat anaknya bersekolah. Hari pertama berjualan, gorengan dan nasi kuning masih sisa banyak (cuma sedikit yang laku), bahkan tidak cukup untuk menutupi modal belanja dagangan hari itu. Tapi Bu Hutmah tidak menyerah, keesokan harinya dia jualan gorengan dan nasi kuning lagi, namun hasilnya tetap saja seperti kemaren (rugi), tapi meski dagangannya sisa, Bu Hutmah tetap bersyukur, karena dengan begitu dia bisa bersedekah ke siapa saja yang mau makan nasi kuning dan gorengannya yang tidak habis dijual

Keesokan harinya Bu Hutmah masih terus berjualan, dia tetap optimis. Sampai dia menemukan pola atau resep yang pas dan enak untuk olahan nasi kuning dan gorengannya. Dan benar saja, nasi kuning dan gorengannya laris. Bu Hutmah mulai menerima pesanan meski jumlahnya sedikit bu hutmah tetap melayani dengan sepenuh hati.

Bu Hutmah sadar, ruang lingkup jualannya harus diperluas, bukan di sekolah TK saja. Akhirnya Bu Hutmah memberanikan diri berjualan keliling memakai sepeda gayung ke sawah sawah menawarkan kepada pekerja sawah. Bukan lagi nasi kuning dan gorengan saja yang dijajakan, tapi juga nasi goreng, es, kopi, snack, dll.

Karena kegigihannya berjualan akhirnya lambat laun Bu Hutmah bisa membeli sepeda motor second meski harga murah yang penting masih layak untuk dipakai jualan keliling. Dengan armada sepeda motor, Bu Hutmah bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Yang pada awalnya hanya ke sawah sawah, sekarang bisa ke pasar malam.

Diawal jualan, Bu Hutmah tidak mendapat dukungan dari sang suami, karena tidak ada basic / mental pedagang. Suami Bu Hutmah seorang nelayan, hasil laut yang tidak menentu jelas berimbas pada kondisi ekonomi mereka. Sampai akhirnya Bu Hutmah memutuskan berjualan keliling. Sejak berdagang, Bu Hutmah tidak lagi kesulitan memenuhi uang saku sekolah dan kebutuhan sehari hari keluarganya. Sampai akhirnya Bu Hutmah bisa beli kulkas dan sepeda motor second. Melihat hasil Bu Hutmah berdagang itulah hati suaminya mulai terbuka, Dan memutuskan ikut berdagang keliling juga. Karena dikerjakan couple / berdua, tentu hasilnya juga berlipat ganda. Kini Bu Hutmah sedikit demi sedikit bisa membeli bahan bangunan rumah. Meski sekarang masih sebatas pondasi rumah, mudah mudahan kedepan Bu Hutmah bisa segera membangun rumahnya. Karena kondisi rumah yang ditempati Bu Hutmah saat ini kurang layak.

Jadi benar, hasil tidak akan menghianati usaha. Jika gagal sekali, coba lagi sampai berkali kali, jika sudah melangkah ke 9 jangan berhenti, karena bisa jadi sukses itu ada di langkah ke 10.







Comments:

Comment
Up Next Autoplay