Mama Nona dan Kisahnya (Testimoni)

Mama Nona dan Kisahnya (Testimoni) Public

Michael Dendo Kabatana

8 months
10 Views
Want to watch this again later?
Sign in to add this video to a playlist. Login
Share Report 0 0
Category:
Description:
Mama Nona, begitu ibu Ati Lende biasa dia dipanggil di kampungnya, adalah seorang petani yang bersama suaminya menggantungkan pendapatannya pada hasil perkebunan untuk menghidupi kelima orang anaknya. Kampung Kalembu Maliti di Desa Padua Tana, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, merupakan daerah yang cukup subur untuk menanam jagung, keladi, kacang-kacangan dan beberapa tanaman pangan dan hortikultura lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mama Nona bersama keluarganya.

Kadang masyarakat salah mengartikan bantuan Pemerintah. Dahulu sebelum ada bantuan dari pemerintah dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra) dan lain sebagainya orang-orang rajin mengerjakan kebun. Setiap kali berkunjung dan masuk di tiap rumah warga pasti ada bertumpukan padi dan jagung di sudut rumah sebagai bekal musim kemarau. Namun sekarang dengan adanya bantuan justru masyarakat bukannya semakin rajin tetapi sebaliknya semakin malas” demikian ucap Ibu Ati Lende sambil menerangkan dengan menggunakan bahasa daerah yang menjadi bahasa sehari-hari dalam kampung tersebut ketika saya mengunjungi rumah beliau. Bapa nona, suami Ibu Ati lanjut menimpal “masyarakat sepertinya mulai beralih menggantungkan hidupnya kepada bantuan uang dari PKH, bantuan RASTRA dan bantuan lain bukan lagi dari keringat hasil kerja di kebun.”

Mama Nona dan suaminya sepakat bahwa bantuan pemerintah seharusnya menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin bekerja keras menggarap kebun yang ada. Bantuan pemerintah seharusnya menjadi alat untuk mempermudah masyarakat melewati masa-masa sulit ketika terjadi panceklik dan gagal panen, bukan sebaliknya dijadikan sebagai satu-satunya tempat menggantungkan sumber pendapatan dan penghidupan.
Ibu lima orang anak ini bersyukur karena dengan bantuan PKH, bebannya sebagai ibu rumah tangga bisa dikurangi. Uang PKH digunakan untuk membeli pakaian dan sepatu bagi anak-anaknya serta memenuhi seluruh kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anaknya. Kesisaan dari hasil belanja tersebut dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dalam rumah tangga.

Dengan jumlah uang PKH yang cukup besar pada tahun 2019, Mama Nona dapat mempergunakan uang tersebut untuk memenuhi dana pendidikan bagi anaknya yang sedang duduk di bangku Sekolah Mengenah Atas (SMA) karena pengeluaran untuk mengurus anaknya tersebut dirasa lebih besar dibanding anak-anak lainnya yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Uang tersebut digunakan juga untuk membiayai sekolah anaknya yang sedang berusaha melanjutkan kuliahnya di Bali.

Ibu Ati Lende bersama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Sosial karena sudah membantu masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga lewat Program Keluarga Harapan.

GREETINGS FOR PKH HEBAT
🙏🙏🙏🙏

Comments:

Comment
Up Next Autoplay